 Kepada Semua Manusia Dan Meski Harus Jalan Kaki.

 Tambahan Julukan: JIHAD.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: -(( جِهَادُ الْكَبِيرِ وَالصَّغِيرِ وَالضَّعِيفِ وَالْمَرْأَةِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ )) – رواه النسائي بإسناد حسن..

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Bersabda: Jihadnya: Orang Tua (LANSIA), Anak Kecil,Orang Dlu’afa’(Tidak Mampu) Dan Wanita.. Adalah HAJI DAN UMROH”. HR An_Nasai Dan Ahmad.

 Perintah Mensegerakan Disertai Peringatan Keras (ancaman).

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « مَنْ أَرَادَ الْحَجَّ فَلْيَتَعَجَّلْ فَإِنَّهُ قَدْ يَمْرَضُ الْمَرِيضُ وَتَضِلُّ الضَّالَّةُ وَتَعْرِضُ الْحَاجَةُ ».

Rasulullah Saw Bersabda: “Bangsiapa Yang Telah Berkeinginan Haji Maka Hendaklah Ia Segerakan, Karena Bisa Jadi Akan Sakit,Hilang Kekayaannya Atau Ada Keperluan Lain (Mendesak)”. Hr. Ibnu Majah, dihasankan Oleh Al Albani.

 Perintah Mengulang-ulang:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضى الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ ((‏ الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا..)).‏- رواه البخاري.

Dari Abu Huroiroh Ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda. “Umroh yang satu keumroh yang lain menjadi penghapus dosa yang terjadi antara keduanya..”. (HR. Bukhori)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ » [أخرجه النسائي]

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Laksanakanlah Secara Mutaba’ah (saling menyusul) Antara Haji Dan Umrah, Karena Sesungguhnya Keduanya Menghilangkan Kemiskinan Dan Dosa, Sebagaimana Penempaan Dapat Menghilangkan Karat Besi, Emas, Dan Perak. Dan Tidak Ada Pahala(Yang Setimpal Bagi) Haji Mabrur Kecuali Surga.” (HR Nasa’I Dinyatakan Shahih Oleh Al-Albani Dalam Shahih Sunan An-Nasa’I).

قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم : إِنَّ الله , عَزَّ وَجَلَّ , يَقُولُ : إِنَّ عَبْدًا أَصْحَحْتُ لَهُ جِسْمَهُ ، وَأَوْسَعْتُ عَلَيْهِ فِي الْمَعِيشَةِ تَمْضِي عَلَيْهِ خَمْسَةُ أَعْوَامٍ لاَ يَفِدُ إِلَيَّ لَمَحْرُومٌ.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam Bersabda: “Allah Berfirman: “Sesungguhnya Seorang Hamba Telah Aku Sehatkan Badannya, Aku Luaskan Rezekinya,Dan Ketika Waktu Lima Tahun Juga Telah Dijalani Dengan Keduanya,Sementara Dia Tidak Menghandiri Undangan-Ku (Haji/Umroh), Maka Sungguh Dia Orang Yang Benar-Benar Terhalang (Dari Rahmat Dan Kebaikan_Kemanfaatan Tak Terbatas)”. (HR. Ibnu Hibban Dan Dishahihkan Oleh Al Albani Di Dalam Kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, No. 1662.)

قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم : يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : إنَّ عَبْدًا أَصْحَحْتُ لَهُ بَدَنَهُ، وَ أَوْسَعْتُ عَلَيْهِ فِي الرِّزْقِ، ثُمَّ لَمْ يَفِدْ إِلَيَّ بَعْدَ أَرْبَعَةِ أَعْوَام لَمَحْرُومٌ”. رواه الطبراني وعبد الرزاق وهو حديث صحيح بطرقه، وشواهده.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam Bersabda : “Allah Berfirman: Sesungguh-Nya Seorang Hamba Telah Aku Sehatkan Badannya,Dan Aku Lapangkan Rezekinya,Dan Dia Tidak Mendatangi (rumah)-Ku (Haji/Umroh), Setelah (kedua nikmat itu ada Padanya) Selama Empat Tahun,Maka Sungguh Dia Orang Yang Benar-Benar Terhalang (Dari Kebaikan Yang Seharusnya Dia Hasilkan Dalam Rentang Waktu Itu)”. (HR. At_Thobrani.)

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اعْتَمَرَ أَرْبَعَ عُمَرٍ كُلَّهُنَّ فِي ذِي الْقِعْدَةِ إِلَّا الَّتِي مَعَ حَجَّتِهِ عُمْرَةً زَمَنَ الْحُدَيْبِيَةِ أَوْ مِنْ الْحُدَيْبِيَةِ وَعُمْرَةَ الْقَضَاءِ فِي ذِي الْقِعْدَةِ وَعُمْرَةً مِنْ الْجِعْرَانَةِ حَيْثُ قَسَمَ غَنَائِمَ حُنَيْنٍ فِي ذِي الْقِعْدَةِ وَعُمْرَةً مَعَ حَجَّتِهِ

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, Sesungguhnya Rasulullah SAW Melaksankan Umroh Sebanyak Empat Kali, Semuanya Dilakukan Dalam Bulan Dzulqa’dah, Kecuali Umrah Yang Beliau Kerjakan Bersama Hajinya, Yaitu Umrah Ketika Melakukan Perjanjian Hudaibiyah, Atau Dari Permulaan Hudaibiyah, Umrah Qadha’ Di Bulan Dzulqa ‘Dah, Umrah Dari Ji’ranah, Ketika Beliau Membagikan Harta Ghanimah Hunain Pada Bulan Dzulqa’dah, Dan Umrah Yang Dilakukan Berbarengan Dengan Hajinya. {shahih, Muttafaq Alaih)

قَالَ ابْنُ عُمَرَ اعْتَمَرَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم قَبْلَ أَنْ يَحُجَّ‏.‏(صحيح البخاري)

Sahabat Ibnu Umar ra Berkata: “Nabi Shallallahu ’alaihi Wasallama. Telah Menunaikan Ibadah Umroh Sebelum Menunaikan Ibadah Haji”. HR Bukhori.

4 Kali Umroh Nabawiyah:

1-Tahun Ke 6 H (belum haji).

2-Tahun Ke 7 H (belum haji).

3-Tahun Ke 8 H (belum haji).

4-Tahun Ke 10 H (bersamaan dengan haji).

 Perintah Menghajikan Dan Mengumrohkan Orang Tua Yang Tidak Mampu Haji,Umroh Dan Naik Kendaraan :

عَنْ أَبِي رَزِينٍ الْعُقَيْلِيِّ، أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبِي شَيْخٌ كَبِيرٌ لاَ يَسْتَطِيعُ الْحَجَّ وَلاَ الْعُمْرَةَ وَلاَ الظَّعْنَ ‏.‏ قَالَ ‏ ((‏ حُجَّ عَنْ أَبِيكَ وَاعْتَمِرْ )) رواه أبو داود وصححه الترمذي ‏.‏ وَأَبُو رَزِينٍ الْعُقَيْلِيُّ اسْمُهُ لَقِيطُ بْنُ عَامِرٍ ‏.‏

وقال أحمد: لا أعلم في إيجاب العُمرة حديثًا أجوَدَ من هذا، ولا أصحَّ منه.

Abu Razin Al-Uqoily ra Mendatangi Nabi saw,Lantas Berkata: “Wahai Rasulullah, Sesungguhnya Bapakku Adalah Orang Yang Tua Renta, Tidak Mampu Haji Dan Umrah Serta Tidak Bisa Menunggangi Kendaraan.” Nabi bersabda: “Haji Dan Umrahkanlah Atas Bapakmu”.

(HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi. Nama asli Abu Razin adalah Laqith Bin ‘Amir. Imam Ahmad berkata: “Saya belum mengetahui dalam hukum wajibnya umroh ada hadits lain lebih bagus dan lebih shahih dari hadits ini” ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *